khotbah pemakaman orang tua lanjut usia
untuk usia lanjut” 34 barang. honey herbal obat formakol nyeri jari tangan akibat gejala asam urat aman untuk lanjut usia. rp145.000. jakarta barat. borneo store id. herbal honey obat formakol persendian bengkak dan lunak akibat gejala asam urat yang aman untuk orang lanjut usia. rp145.000. jakarta barat. borneo store id.
Dansejak itu ia memutuskan untuk hidup tidak jauh dari makam suaminya. Ketika Tuhan memanggilnya ke alam baka, Natalia dikuburkan di samping Adrianus, diantara para martir. (lihat a.l. Kisah Rasul 18, 18 dan 26; Roma 16, 3 dst) A: Akwila = rajawali; Priska = wanita terhormat (karena lanjut usia) (L); P: 8 Juli. SANTO AKHILLEUS ( 304
HarapanOrang Lanjut Usia. Nats : KEBAIKAN TERHADAP ORANG LANJUT USIA MEMBAWA KECERAHAN BAGI MASA TUA MEREKA. 24 Juni 2003 Seseorang yang Diandalkan. Nats : Tuhan Setiap minggu orang-orang berkumpul untuk mendengarkan khotbah yang menggugah jiwa dari Joseph Parker, pendeta London’s City Temple yang
Dalamusia 35 Tahun, karier Arya Wiraja cepat menanjak. Asta Tinggi (tempat pemakaman Raja-Raja Sumenep dan keluarganya) juga dibangun oleh beliau. Kemudian menurut kebiasaan para orang tua laki-laki, sehingga akan selalu melihat dan memperhatikan di setiap kalangan keluarga-keluarganya sendiri, barangkali disitu kebetulan ada gadisnya
7 Tidak Mudah Merasa Capek dalam Berbuat Baik Kepada Orang Tua. Sumber: shutterstock.com. Seorang anak harus memahami bahwa orang tua sudah mengasuh dan membesarkannya tanpa lelah. Oleh karena itu, seorang anak wajib berbuat baik dan berusaha menyenangkan hati orang tua dengan melakukan apa yang orang tua minta.
Site De Rencontre Populaire 100 Gratuit. Khutbah Gymnastiar di Masjid Istiqlal. Foto Iqbal Firdaus/kumparanKhutbah Jumat merupakan salah satu media yang strategis untuk dakwah Islam. Khutbah tidak hanya berisi pujian kepada Allah SWT dan Rasullullah SAW, tetapi juga mencakup doa untuk kaum muslimin serta pelajaran dan peringatan bagi satu ajaran yang ditekankan dalam Islam adalah menghormati orangtua, termasuk lansia. Orangtua memiliki kedudukan yang mulia, sebab dari merekalah generasi umat Islam lahir. Mereka juga senantiasa berjuang agar anak-anakya memiliki kehidupan yang layak. Oleh sebab itu, Muslim dilarang untuk menyia-nyiakan orangtua, khususnya ketika mereka telah memasuki usia itu Allah SWT memerintahkan umat Muslim untuk memperlakukan lansia dengan baik. Apalagi dalam pandangan Islam, bertambahnya usia identik dengan kematangan dan kedewasaan dalam banyak berikut ini adalah contoh teks khutbah Jumat yang bisa ditiru, dikutip dari Buku Panduan Khotbah Jumat Program Kependudukan dan KB Provinsi Jawa Tengah 2014.Teks Khutbah Jumat Tentang Menghormati Orangtua dan Lansiaاَلْحَمْ د هُلَّله رَُبِّ اُلْعَالَ ه ميْنَ اُلَّ ه ذيْ خَُلَقَ اُْ ه لإنْسَانَ وَُسَائهرَ اُلْمَخْل وْقَا ه ت وَُالَّ ه ذيْ عَُلَّمَ اُْ ه لإنْسَانَ مَُُا لَُمْ يَُعْلَمُْ. أَُشْهَ د أَُنْ لُاَُإهلَهَ إُهلاَّ اُلل وَُحْدَه لُاَ شَُ ه ريْكَ لَُه اَُلْمَله ك اُلْحَقُّ اُلْ مبهيْ ن، وَُأَشْهَ د أَُنَّ محَمَّدًا عَُبْ ده وَُرَ سوُْل ه أَُشْرَ ف اُْلأَنْبهيَا ه ءُوَالْ مرْسَلهيْنَُ. اَُللَّه مَّ صَُلِّ وَُسَلِّمْ وَُبَا ه ركْ عَُلَى محَُمَّ د وَُعَلَى آُلههه وَُأَصْحَابه ه أَُجْمَ ه عيْنَُ. أَُمَّا بَُعْ د؛ُُفَيَا هُ عبَادَ اُلله، أُ وْ ه صيْ كمْ وَُإهيَّايَ بُهتَقْوَى اُلله تَُعَالَى وَُطَاعَته ه لَُعَلَّ كمْ تُ رْحَ Muslimin RahimakumullahProses perubahan generasi dalam kehidupan dunia merupakan sunnatullah, manusia dilahirkan ibunya, kemudian menjadi remaja, menjadi pemuda, menjadi orangtua, dan kelak ada yang menjadi orang lanjut usia. Masing-masing dari kita akan menjadi orangtua, bahkan akan menjadi orang yang lanjut usia jika ajal tidak menjemput pandangan para ahli, lansia masih dibagi lagi ke dalam beberapa kategori kelompok usia. Ada yang dinamai dengan kelompok lansia dini, yaitu bagi mereka yang memiliki usia antara 55 –64 tahun, ada yang dinamai dengan kelompok lansia, yaitu bagi mereka yang memiliki usia 65-70 tahun, dan ada yang dinamai dengan kelompok lansia resiko tinggi, yaitu bagi mereka yang memiliki usia di atas 70 yang semestinya kita lakukan terhadap orang yang lebih tua, ketika diri kita menjadi orang yang lebih muda? Terkait hal ini, Islam memberikan ajaran yang sangat mulia kepada kita. Jika kita sebagai orang yang memiliki usia lebih muda, maka kita diajarkan untuk menaruh rasa hormat kepada orang-orang yang memiliki usia yang lebih pandangan Islam, usia tua sebenarnya merupakan usia yang dipenuhi dengan kematangan dan kedewasaan dalam banyak hal. Ibarat pepatah, mereka itu adalah kelompok orang yang telah banyak memakan asam garam kehidupan. Mereka merupakan kelompok orang yang memiliki pengalaman lebih banyak dari orang-orang yang usianya lebih muda. Karena itu, sudah semestinya perilaku mereka bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang lebih memperlakukan dengan baik para lansia dan mengajarkan supaya keberadaan mereka tidak dianggap sia-sia dan tak bernilai oleh masyarakat. Islam sangat menekankan agar keberadaan mereka dijadikan sebagai penuntun dan pengayom masyarakat dan generasi muda yang ada. Apalagi mereka itu merupakan orang tua kita. Allah SWT dalam QS. al-Isra’ 23-24, berfirman۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاwa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā“Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.Ada kisah menarik dicontohkan oleh sahabat Ali Ibn Abi Thalib dalam memperlakukan orang tua “Suatu hari Ali bin Abi Thalib sedang berjalan tergesa-gesa menuju masjid. Ia tak ingin melewatkan shalat shubuh hari itu, dimana Nabi SAW sendiri yang menjadi imamnya. Di tengah jalan Ali terpaksa memperlambat langkahnya, karena di depannya sedang berjalan seorang laki-laki tua dengan tertatih-tatih. Ali pun tidak mau mendahului lelaki tua itu karena rasa hormatnya. Walhasil Ali-pun menjadi terlambat tiba di masjid. Setelah sampai di masjid, ternyata lelaki tua itu tidak masuk ke dalamnya. Ia terus saja berjalan tanpa menghiraukan bahwa ia sedang berada di depan sebuah masjid, dimana pada saat bersamaan waktu shalat shubuh sedang tiba. “Barangkali lelaki tua itu adalah seorang yang kafir, atau yang pasti ia bukanlah orang Islam”, begitulah pikir Ali dalam hatinya. Sewaktu Ali masuk ke dalam masjid dilihatnya Nabi SAW sedang ruku'. Ini berarti, bahwa masih tersedia waktu baginya untuk shalat dengan diimami Nabi SAW sebagaimana yang diniatkan shalat para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. ”Ada gerangan apa ya Rasulullah SAW, sehingga engkau lebih memperlama masa ruku' waktu shalat tadi, padahal sebelumnya hal yang seperti ini belum pernah engkau lakukan?” Mendengar pertanyaan para sahabat itu, Nabi SAW segera menjawab ”Saat ruku’ tadi, yaitu usai mengucapkan subhana Rabbiyal adzimi, aku bermaksud segera mengangkat kepalaku, tetapi tiba-tiba pada saat yang sama, Jibril datang. Ia menggelar sayapnya dipunggungku sehingga membuat aku terus saja ruku. Jibril membuat demikian lama sekali, selama yang kalian rasakan. Baru setelah Jibril mengangkat sayapnya, aku dapat berdiri mengangkat kepalaku". "Mengapa bisa terjadi begitu, ya Rasulullah SAW?” seorang di antara sahabat bertanya. ”Aku tak sempat menanyakan hal itu”. Ternyata Jibril pun kembali menemui Nabi SAW. Lalu ia memberikan penjelasan mengenai sebab ruku' menjadi panjang saat shalat shubuh itu. Malaikat Jibril berkata, “Wahai Muhammad, tadi itu Ali sedang tergesa-gesa untuk bisa mengejar shalat berjamaah. Tapi di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang lelaki tua Nasrani yang membuat jalannya menjadi terlambat sampai ke sini. Ali tidak tahu kalau orang itu adalah Nasrani, dan ia biarkan orang tua itu untuk tetap terus berjalan di depannya. Ali tidak mau mendahuluinya. Allah SWT kemudian menyuruhku supaya engkau tetap ruku' sehingga memungkinkan Ali untuk dapat menyusul shalat shubuh berjamaah. Perintah Allah SWT seperti itu kepadaku bukan hal yang mengherankan bagiku, yang mengherankan adalah perintah Allah SWT kepada Mikail agar ia menahan perputaran matahari dengan sayapnya. Ini tentunya karena perbuatan Ali tadi". Demikianlah penjelasan memperoleh keterangan dari malaikat Jibril seperti itu, Nabi SAW pun kemudian bersabda, "Inilah derajat orang yang memuliakan orang tua lansia, meskipun lansia itu adalah Nasrani“.Kisah inspiratif di atas memberikan pengertian dan pelajaran yang sangat dalam terhadap kita semua. Allah SWT dan malaikat-Nya memuliakan orang tua dan juga sekaligus memuliakan orang yang memuliakan orang yang lebih tua. Rasulullah sampai harus ditahan dalam ruku’nya demi menunggu Ali Ibn Abi Thalib yang memuliakan orang yang lebih tua kita baik yang masih muda ataupun yang sudah tua atau lansia, harus dimanfaatkan sebanyak mungkin untuk ketaatan kepada Allah dan menebarkan kebaikan. Al-Qur’an memberikan gambaran kesedihan orang-orang yang masuk neraka, karena lalai terhadap umur yang diberikan Allah kepadanya. Gambaran kesedihan orang yang tidak memanfaatkan umurnya dengan baik seperti ini di antaranya tertuang dalam QS. al-Fathir 37وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍWa hum yaṣṭarikhụna fīhā, rabbanā akhrijnā na'mal ṣāliḥan gairallażī kunnā na'mal, a wa lam nu'ammirkum mā yatażakkaru fīhi man tażakkara wa jā`akumun-nażīr, fa żụqụ fa mā liẓ-ẓālimīna min naṣīr."Dan mereka berteriak di dalam neraka itu "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah azab Kami dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun."Oleh karena itu, tidak ada gunanya bagi orang yang muda selalu menunda-nunda pelaksanaan tugas-tugasnya hanya untuk menunggu datangnya usia tua atau lansia. Begitu juga tidak ada gunanya bagi orang yang telah tua atau lansia, merenungi nasib yang menderanya. Semuanya harus memanfaatkan usia yang diberikan Allah kepadanya untuk memperbanyak bekal dalam mengarungi kehidupan akherat yang baka kekal, sesuai kessanggupan dan kemampuanya. Dan janganlah lupa, untuk selalu berdoa agar amal ibadahnya diterima oleh Allah pentingnya menghormati orang yang tua, Rasulullah pun menjadikannya sebagai salah satu kriteria dalam menentukan orang yang berhak dijadikan imam dalam shalat. Dalam riwayat Abu Mas'ud disebutkan bahwa Rasulullah bersabda "Yang berhak untuk menjadi imam bagi sesuatu kaum dalam shalat ialah yang terbaik bacaannya terhadap kitabullah al-Quran. Jikalau semua jamaah di situ sama baiknya dalam membaca kitabullah, maka yang terpandai dalam as-Sunnah Hadis yang dijadikan imam. Jikalau semua sama pandainya dalam as-Sunnah, maka yang terdahulu hijrahnya -lah yang dijadikan sebagai imam. Jikalau dalam hijrahnya sama dahulunya, maka yang tertua usianya -lah yang dijadikan imam”. Riyadhus Solihin bab 44.Sekali lagi, perlu kami tegaskan bahwa Islam memandang masyarakat lansia dengan pandangan terhormat sebagaimana perhatiannya terhadap generasi muda. Agama Islam memperlakukan dengan baik para lansia dan menegaskan bahwa keberadaan mereka tidak boleh dianggap sia-sia dan tak bernilai oleh masyarakat. Dukungan terhadap para lansia dan penghormatan terhadap mereka itulah yang ditekankan dalam Islam, penuaan adalah sebagai tanda dan simbol pengalaman dan ilmu. Para lansia memiliki kedudukan tinggi di masyarakat, khususnya dari sisi bahwa mereka adalah harta, ilmu dan pengalaman, serta informasi dan pemikiran. Oleh sebab itu, mereka harus dihormati, dicintai dan diperhatikan, serta berbagai pengalamannya pun harus kesimpulan dalam khutbah ini, kami mengajak kepada jamaah agar diri kita selalu Muliakan orangtua kita, juga para lansia di antara kita, karena menurut Islam justru usia mereka adalah usia kematangan dalam banyak usia pemberian Allah ini untuk digunakan sebanyak-banyaknya dalam melakukan menghardik dan menyia-nyiakan orang tua bagi yang mudaBerusaha menjadi orang-orang yang memiliki makna dan berguna terhadap keluarga dan masyarakat, bagi yang berusia tuaMemerankan orangtua/lansia sesuai dengan kemampuannya, bagi kita اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ بمَا فيْهِ مِنَ اْلآياتَِ وَالذكْر الْحَكِ يْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْتِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
Khotbah Kristen untuk lanjut usia adalah khotbah yang berisi pengajaran, nasihat, dan dukungan rohani kepada orang-orang yang sudah memasuki usia lanjut atau topik-topik yang perlu disampaikan seperti mempersiapkan diri untuk menghadapi masa tua, menjaga hubungan dengan Tuhan dan orang lain, merawat kesehatan fisik dan mental, serta berguna bagi orang ini bertujuan untuk memberikan penghiburan, dorongan, dan harapan kepada orang-orang yang memasuki masa hidup yang baru dalam kehidupan mereka. Selain itu, khotbah ini juga dapat memberikan pemahaman mengenai bagaimana Tuhan memiliki rencana dan tujuan yang indah untuk hidup orang-orang yang sudah memasuki usia lanjut, serta mengajak mereka untuk tetap terhubung dengan Tuhan dan terlibat dalam ini adalah khotbah kristen untuk lanjut usiaBapak dan Ibu yang dikasihi oleh Yesus Kristus, pada kesempatan ini, saya ingin berbicara tentang lanjut usia dan bagaimana kita dapat mempersiapkan diri kita untuk menghadapi masa tua dengan sukacita dan harus mengenali bahwa usia lanjut bukanlah akhir dari hidup kita, tetapi merupakan babak baru dalam perjalanan hidup kita. Kita harus menganggapnya sebagai kesempatan untuk mengevaluasi hidup kita, memperkuat iman kita, dan membawa sukacita kepada orang-orang di sekitar juga harus memahami bahwa Allah memiliki rencana yang indah untuk hidup kita, termasuk di masa tua. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 92 14-15, "Mereka yang ditanamkan dalam rumah TUHAN akan bertumbuh subur di pelataran Allah kita. Pada masa tua mereka masih berbuah dan tetap segar dan bersemangat."Oleh karena itu, mari kita fokus pada mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan dalam hidup kita. Carilah waktu untuk berdoa, membaca Firman Tuhan, dan bersekutu dengan orang-orang yang memiliki iman yang sama. Dengan begitu, kita akan merasa tenang dan diberkati oleh kehadiran-Nya, bahkan ketika kita menghadapi tantangan dan kesulitan dalam itu, kita juga harus memperhatikan kesehatan fisik kita. Teruslah berolahraga, makan makanan yang sehat, dan jaga pola tidur yang baik. Kita juga harus menghindari kebiasaan yang buruk, seperti merokok dan minum alkohol yang berlebihan. Dengan memperhatikan kesehatan fisik kita, kita akan dapat menghadapi masa tua dengan lebih dan Ibu yang dikasihi oleh Yesus Kristus, jangan lupa untuk tetap aktif dan berguna bagi orang lain. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk mengasihi dan melayani orang lain. Ada banyak cara untuk melakukan hal ini, seperti terlibat dalam pekerjaan sukarela, mengunjungi orang yang sakit atau kesepian, atau mengajar dan mentori orang yang lebih muda. Dengan melakukan ini, kita akan merasa lebih berarti dan berguna, dan juga memberikan sukacita bagi orang kita mempersiapkan diri kita untuk menghadapi masa tua dengan sukacita dan damai. Dengan fokus pada hubungan kita dengan Tuhan, kesehatan fisik kita, dan menjadi berguna bagi orang lain, kita dapat memasuki babak baru dalam hidup kita dengan keyakinan dan harapan yang kuat dalam Tuhan Yesus Kristus. Amin.
“Dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.” Titus 24-5 Bacaan Titus 22-5 Siapa bilang lansia tidak berguna. Bangun pagi berdoa untuk anak cucu. Siapa bilang lansia hanya hiasan. Meskipun tua tetap dipertahankan. Banting tulang sudah sejak remaja. Meski hujan, meski panas tidak masalah. Siapa bilang lansia hanya meminta. Jangan percaya orang punya cerita. Mengapa harus malu, mengapa harus loyo. Rambut putih, kulit keriput tidak masalah. Biar umur tinggal bonus, biar lutut terus dibungkus. Tapi lansia tetap semangat di hari tua. Tulisan di atas adalah lirik lagu Balada Lansia yang berjudul “Siapa Bilang Lansia Tidak Berguna”. Sebuah lagu yang mengingatkan setiap orang tua untuk tidak menganggap dirinya tidak berguna lagi. Sebaliknya, meski sudah tua, ia masih tetap dapat berkarya. Salah satunya adalah menjadi berkat bagi kaum muda dengan cara berbagi ilmu dan pengalaman. Rasul Paulus telah menegaskan hal tersebut di Titus 22-5. Pertama, untuk laki-laki yang tua. Kata “tua” di sini lebih tepat diartikan sebagai tua dalam hal umur. Para murid Kristus yang tua harus menjadi teladan bagi semua orang percaya. Karena laki-laki tua pada umumnya adalah para ayah. Mereka menjadi pemimpin bagi keluarganya. Salah satu tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin adalah memimpin para anggotanya ke arah yang benar sama seperti Kristus, sehingga generasi di bawahnya mencontoh kehidupan mereka. Kedua, untuk perempuan-perempuan yang tua. Selain mereka harus hidup sebagai orang yang berkenan di hadapan Allah, mereka juga harus cakap mengajar hal-hal yang baik kepada generasi muda ay. 3, 5. Karena dalam kebudayaan Israel, perempuan umumnya tinggal di rumah dan mendidik anak-anak mereka. Pendidikan yang diberikan tersebut akan menolong generasi di bawahnya hidup dalam kebenaran Kristus. Jadi, siapa bilang lansia tidak berguna? Jangan percaya orang punya cerita! Meski lanjut usia, Tuhan masih berikan tanggung jawab, yaitu mendidik generasi selanjutnya hidup dalam kebenaran Kristus. Ayo, tetap semangat! Bo “Tidak Pernah Ada Kata “Pensiun” Di Dalam Tuhan”
Ayat Pokok; "Pada masa tua pun mereka masih berbuah, mernjadi gemuk dan segar." Maz 9215 Pendahuluan Apa yang terbayang dalam pikiran kita ketika mendengar kata tua? Ada orang yang berpikir positif ketika mendengar kata tua. Tua dapat diartikan orang yang sudah mapan, penuh dengan kebijaksanaan dan menjadi tempat yang tepat untuk mencari nasehat. Tetapi tidak jarang ada orang yang ketika mendengar kata tuaa artinya orang yang sudah tidak berguna, tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya bisa merepotkan saja. Karena itu tidak jarang juga ada orang-orang yang sebenarnya secara usia sudah termasuk tua, namun terkadang tidak mau dikatakan tua bahkan sering menunjukkan perilaku seperti yang dilakukan oleh orang-orang muda, seperti misalnya menjaga penampilan secara fisik rambut dibuat tetap hitam, operasi plastik untuk menghilangkan keriput, berdandan seperti anak-anak muda, dan sebagainya Kendatipun demikian, masih banyak juga orang-orang tua yang secara sukacita menerima kondisinya. Untuk orang-orang tua yang bisa menerima kondisinya biasanya bisa hidup lebih berbahagia dan berguna bagi lingkungan disekitarnya. Tipe-tipe manusia lanjut usia. Ada beberapa tipe manusia usia lanjut yang bisa ditemui dalam kenyataan hidup sehari-hari. Pertama Tipe optimis, santai dan riang The rocking chair man. Tipe ini bisa lebih menikmati hidup dan kemungkinan besar berumur panjang. Biasanya orang tua bertipe ini temannya banyak bahkan temannya termasuk juga orang-orang muda. Mengapa demikian? karena orang tua seperti ini akan banyak disukai oleh semua orang. Mereka akan menjadi panutan dan sumber saran ketika banyak orang hendak mengambil keputusan. Kedua Tipe militan dan serius The armored man Tipe ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki jabatan dalam pekerjaan. Ketiga Tipe pemarah dan frustasi The angry man Kedua tipe ini saling berkolaburasi. Biasanya bila keinginannya tidak dipenuhi maka akan marah dan akhirnya frustasi mutung. Tipe ini akan menyebabkan temannya sedikit. Bisa jadi bahkan anggota keluarganya sendiri akan memilih untuk menjaga jarak dengan orang-orang seperti ini. Keempat Putus asa, pembenci diri dan ingin mati. Tipe ini dimiliki oleh para lansia yang punya kehidupan sulit, luka hati, kekecewaan, meresa tidak dikasihi dan diterima. Masa tua, masa yang tidak mudah. Memang tidak mudah untuk memasuki masa usia lanjut, namun suka atau tidak suka, kondisi ini akan dialami dan harus diterima. Pada dasarnya kehidupan manusia itu sama, bisa mengalami masa naik ataupun turun seperti gambaran gunung, demikian juga masa usia lanjut juga bisa mengalami konndisi naik dan turun, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial. Bahkan saat memasuki usia lanjut ada banyak hal yang dirasakan hilang dari kehidupannya pekerjaan, teman kantor, dll, namun sebenarnya kalau kita mau mencermati, sesuatu yang dianggap hilang itu tergantikan oleh banyaknya waktu yang kita dapat untuk bersama dengan keluarga dan didapatnya sahabat-sahabat baru yang tercipta dalam setiap pertemuan baru. Jadi sebenarnya memasuki usia lanjut bukanlah hal yang mengerikan, karena kita tetap berarti dan berguna baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Yang bisa dilakukan oleh para lansia. Ada banyak tugas yang bisa dilakukan oleh kaum usia lanjut untuk mengisi hari-hari pemberian Tuhan dan hal itu sangat berguna. Berikut beberapa hal yan bisa dilakukan oleh para usia lanjut yaitu 1. Menjadi penasehat Titus 22-5. 2. Hidup menjadi berkat Maz 9215 3. Tetap aktif sehingga tidak menjadi beban keluarga 1 Tim 53-4. 4. Mencari kesempatan baru. Menambah pengetahuan dengan membaca, mengikuti seminar ringan, menyalurkan hobby, mencari sahabat baru. 5. Meningkatkan kehidupan iman Fil 118-21. Dengan tetap menjaga kualitas hidup iman bahkan semakin meningkatkannya, maka setiap orang usia lanjut dapat menjadi teladan bagi kaum muda. Bahkan karena keterbatasan fisiknya tidak membuat kaum usia lanjut undur dari setiap kegiatan rohani bahkan mereka bisa menjadi orang yang terdahulu hadir dalam setiap kegiatan persekutuan yang ada. Ditempat tidurpun saat kondisi tidak bisa berbuat apa-apa sebenarnya masih ada yang bisa dilakukan yaitu mendoakan anak, cucu, sahabat, gereja dan bangsa. Penutup Jadi kalau kita perhatikan sebenarnya memasuki usia lanjut bukanlah masa yang mengerikan, sama dengan saat bergeser saja aktifitas dari yang berat bergeser ke yang lebih ringan. Namun untuk hal tanggungjawab sama, bahkan harus menjadi teladan. Semakin orang bisa menerima kondisinya, maka pastilah dia bisa menghasilkan banyak hal yang positif dan berguna. Jadi sebenarnya menjadi tua adalah bagian bagian dari berkat dan bisa menjadi berkat untuk sesama. Seperti kata firman Tuhan, " Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar. LINK INFORMASI PENTING 29 BAHAN KHOTBAH IBADAH NATAL 29 BAHAN KHOTBAH PEMBERKATAN NIKAH
Ayat Pokok "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu..." Kolose 315 Pendahuluan Tema Natal Nasional dalam tahun 2017 ini adalah " Hendaklah damai sejahtera Kristus, memerintah dalam hatimu ...". Tema ini diangkat dari Kolose 315 a. Mengapa PGI dan KWI sepakat mengangkat tema ini sebagai tema natal nasional? Bisa jadi hal ini termotivasi atau terinpirasi dari kondisi negeri ini yang karena keadaan, membuat seolah-olah damai sejahtera menjadi sesuatu yang sulit untuk dicari hari-hari ini. Dan kita bersyukur bahwa Natal adalah perayaan kelahiran Kristus Sang Raja Damai. Inilah esensi natal yang sejati. Sesungguhnya Natal sejati, bukanlah sekedar perayaan agamawi. Natal sejati bukan sekedar tradisi. Tapi Natal memiliki makna yang hakiki. Kisah tentang kasih yang sejati. Sang Raja yang Maha Tinggi, rela mengosongkan diri. Menghadapi penolakan disana-sini. Sebuah teladan tentang kerendahan hati. Kesederhanaan nilai diri, yang jauh dari ambisi. Sebagai bukti kasih sejati pada manusia yang hina ini. Sayang sekali, makna natal sejati, seolah-olah bergeser pada hari-hari ini. Natal seolah sudah identik dengan indahya dekorasi, dan kemeriahan acara serta sebabnya kita perlu berkaca diri. Sudahkan kita memahami makna natal yang sejati? Kristus Sumber Damai Sejahtera. Semua manusia mendambakan suasana yang damai sejahtera. Dan kita bersyukur bahwa oleh anugerah Allah , kita sudah menemukan Kristus Sumber Damai sejati. Efesus 214 menuliskan" Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah yaitu, perseteruan ." Hanya Kristus satu-satunya sumber damai sejahtera bagi manusia. Kedamaian sejati bukan dari harta yang berlimpah, bukan dari uang yang segudang, bukan dari hal-hal materi. Kedamaian sejati hanya ketika kita mempersilahkan Kristus masuk dalam hati kita. Persoalanya, mengapa tidak banyak orang yang merasakan damai sejahtera? Karena mereka tidak mau mengambil langkah, menerima dan mempersilahkan Kristus masuk dan bertahta dalam hatinya. Ilustrasi sederhananya adalah. PLN dalah perusahaan listrik yang menyediakan tenaga listrik sehingga dapat kita pakai untuk memberi terang dan memperlancar segala urusan. Namun demikian, tidak semua orang dapat memanfaatkan listrik PLN. Hanya bagi mereka yang mau rumahnya dialiri listrik dan menjadi pelanggan PLN. Bagi yang tidak mau, tentu mereka tidak dapat menikmati manfaat dari PLN ini. Demikian juga , damai sejati, tidak akan diterima oleh orang yang menolak untuk diatur oleh Kristus. Yesaya 95-6 juga menulis;"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan kepada kita; lambang pemeritahan ada diatas bahunya, dan nama-Nya disebutkan orang Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Besar kekuasaan-Nya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud, dan di dalam kerajaan-Nya, karena Ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan, dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya". Damai di Masa Tua. Tema Natal Adiyuswa untuk tahun ini juga berangkat dari tema besar natal nasional. Tema natal kita kali ini adalah " Damai di Masa Tua". Berapa usia yang disebut usia lanjut? Dalam sebuah buku menulis bahwa yang dikategorikan usia lanjut adalah usia diatas 60 tahun. Beberapa rumusan undang-undang juga menyebut usia lanjut itu dimulai ketika umur 55 tahun. Selain dari usia, seseorang yang memasuki usia lanjut juga ditandai dengan menurun atau berkurannya fungsi organ tubuh. Orang tua identik dengan masa-masa yang tidak menyenangkan. Banyak orang yang mungkin berpikir bahwa orang tua mungkin merepotkan. Tapi tidak demikian bagi orang-orang yang ada di dalam Tuhan. Mazmur 92;13-15 menulis"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di Bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tuapun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar". Ini adalah janji Tuhan terhadap orang-orang benar. Mereka yang tertanam dan berakar di dalam Tuhan, akan tetap bertunas dan tumbuh subur. Sampai kapan? Adakah batas usia untuk kita bertunas dan bertumbuh? Alkitab berkata tidak ada. Lihat dan perhatikan kembali ayat yang ke 15,hingga masa tua sekalipun, kata firman Tuhan orang-orang benar ini akan terus bertumbuh subur, malah dikatakan masih berbuah, bertambah gemuk dan segar. Benarkah demikian? Masuk akalkah hal ini? Tenaga manusia memang akan secara umum akan menurun. Kita memang tidak bisa melawan hukum alam mengenai kondisi fisik manusia sejalan dengan usia. Namun itu bukan pula berarti bahwa kita harus berhenti berbuah. Bagaimana bisa? Yesaya 464 memuat janji Tuhan yang memungkinkan semuanya itu menjadi nyata. Bagaimana menikmati masa tua yang damai? Mari kita lihat menurut nasihat Alkitab, bagaimana supaya kita dapat menikmati masa tua yang damai. Pertama Mempersilahkan Kristus memimpin kehidupan kita Kolose351 a, Kolose 331 Kolose 315 a "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam batinmu..." Bagaimana makna ayat ini? Mari kita menyediaka diri untuk selalu dipimpin oleh Tuhan. Mari kita isi juga hari-hari kehidupan kita dengan mencari dan mengutamakan Tuhan. Kolose 31 "Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang diatas, dimana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah." Mencari Tuhan dan mengutamakan Tuhan diatas segala-galanya adalah sumber sukacita yang sejati. Tidak ada sukacita yang sejati, jika dibandingkan dengan perjumpaan kita dengan Tuhan. Dalam kisah natal, Kita dapat belajar dari salah seorang tokoh yang bernama Simeon. Ia seorang yang sangat merindukan kedatangan Mesias. Dan Ketika dalam masa hidupnya ia berkesempatan untuk melihat bayi Yesus maka ia berkata" Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu"Luk 229. Untuk memiliki hari Tua yang damai sejahtera, maka kita harus senantiasa memiliki kerinduan untuk selalu dekat dengan Tuhan, menantikan Tuhan. Wujud nyata dari kehidupan yang menanti-nantikan Tuhan adalah dengan memiliki kerinduan untuk datang beribadah, juga melakukan doa-doa pribadi kepada Tuhan. Hanya Tuhan sumber damai sejahtera yang sebenarnya. Kedua Hidup damai dengan semua orang Kolose 315 b Kolose 315 b "..karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh.." Alkitab mengajarkan bahwa sebagai anak-anak Allah, kita harus membawa damai dimananpun kita ada. Tentu itu harus dimulai di lingkungan terdekat dimana kita berada yaitu keluarga. Setelah itu kemudian kita meningkat ditengah-tengah gereja dan jemaat, juga di tengah masyarakat. Ketiga Selalu penuh dengan syukur Kolose 315 c Kolose 315 c "... dan bersyukurlah ." Kalau kita ingin memiliki kehidupan yang penuh damai sejahtera, kita harus memiliki semangat . untuk senantiasa bersukacita. Damai sejahtera, itu berhubungan dengan hati dan pikiran. Ada orang yang memiliki banyak harta, tetapi hidupya tidak memiliki kedamaian. Yang ada justru, ketakutan, kekuatiran dan kecemasan. Bagaimanapun kondisi kehidupan kita, mari kita bersyukur senantiasa. Karena itulah kehendak-Nya bagi kita kita umat-Nya 1 Tes 518. Penutup Mari kita minta supaya Roh Kudus memberikan kita sukacita dan memberikan kita kemampuan untuk hidup damai dengan sesama, serta memampukan kita untuk dapat tetap bersyukur dalam segala perkara. Disampaikan dalam Ibadah Natal Adiyuswa Hari Sabtu, 13 Januari 2018 di GKJ Jumo.
khotbah pemakaman orang tua lanjut usia